KARO | Aksi kekerasan berdarah kembali mengguncang kawasan pertokoan Plaza Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pada Kamis (30/7/2026) sore, seorang wiraswasta tewas ditikam di Komplek Plaza Kabanjahe Lorong 2, Jalan Sudirman, tepat di tengah hiruk-pikuk pusat perdagangan telepon genggam. Peristiwa memilukan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu seketika menggegerkan publik, bahkan menjadi perhatian besar masyarakat yang geram dan menuntut penegakan hukum tanpa kompromi.
Korban berinisial A.J.S. alias D. ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah menjadi korban aksi brutal yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial KT (60). Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, insiden bermula dari sebuah keributan yang sempat menarik perhatian warga dan pedagang sekitar. Tanpa ampun, pelaku menghujamkan pisau ke tubuh korban dan membuat suasana Plaza berubah mencekam.
Tindakan cepat ditunjukkan anggota Polres Karo yang saat itu tengah melaksanakan tugas di lingkungan Plaza. Mereka langsung mengamankan KT sebelum pelaku berusaha melarikan diri atau melakukan tindak kekerasan lebih jauh. Tak lama berselang, Tim Cobra Satreskrim Polres Karo tiba dan langsung mengevakuasi pelaku serta mengumpulkan sejumlah barang bukti. Aparat memastikan situasi kembali kondusif dan mengamankan lokasi dari kemungkinan aksi balasan maupun upaya main hakim sendiri.
Dari olah tempat kejadian perkara, polisi berhasil mengamankan barang bukti vital berupa satu bilah pisau lengkap dengan sarungnya, satu topi merah, sepasang sandal hitam, dan satu layar telepon genggam bekas yang masih berlumuran darah. Semua barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Karo untuk mendukung proses penyidikan. Sementara pelaku yang sudah mengakui perbuatannya kini menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan pelanggaran Pasal 458 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.
Kabar duka tersebut menimpa keluarga korban dengan sangat mendadak. Keluarga awalnya menerima kabar lewat telepon bahwa A.J.S. tengah terlibat keributan di Plaza Kabanjahe. Namun hanya berselang beberapa menit, kepastian kematian korban dikonfirmasi polisi dan saksi di lokasi. Dalam kondisi syok, pihak keluarga langsung mendatangi Polres Karo dan melaporkan kejadian tersebut secara resmi untuk menuntut keadilan.
Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, melalui Kasi Humas AKP Pedoman Maha, menegaskan pengungkapan kasus ini menjadi prioritas utama kepolisian. Ia memastikan penyidik Satreskrim tetap bekerja profesional, transparan, dan tidak mentoleransi upaya mengaburkan peristiwa tindak pidana. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pendalaman motif dilakukan secara mendalam demi mencari tahu alasan di balik terjadinya penikaman tersebut. Kepolisian juga berjanji memberikan perlindungan penuh kepada saksi dan keluarga korban agar proses hukum berjalan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti, memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian, serta menelusuri rangkaian peristiwa yang mendahului tragedi berdarah ini. Publik Karo berharap, pelaku benar-benar diadili secara transparan, dan motif peristiwa keji ini diungkap tuntas hingga ke akar-akarnya, bukan sekadar selesai di meja berita acara. Penegakan hukum keras dan akuntabel mutlak diperlukan untuk memastikan kasus ini tidak dianggap sebagai sekadar urusan perorangan, namun sebagai sinyal bahaya maraknya kekerasan yang makin brutal di ruang publik.
Kasus pembunuhan dengan korban seorang wiraswasta di pusat bisnis Kabanjahe menjadi peringatan keras bagi semua pihak, bahwa keamanan dan penegakan hukum di tempat umum masih rentan. Selain menelan korban jiwa, kejadian ini juga menyisakan luka psikologis mendalam di tengah masyarakat, khususnya keluarga korban yang kini menunggu langkah nyata polisi untuk memastikan rasa keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. (*)




















